SOROTAN

 SOROTAN


SEKOLAH RAMAH ANAK ATAU SEKOLAH ANAK RAMAH( 2
Oleh: Dimasmul Prajekan*

Kasus meninggalnya Ahmad Budi Cahyono yang disebabkan oleh kebrutalan siswanya sendiri, telah membuka mata para insan pendidik dan pemerhati pendidikan.

Bayangkan, pada hari ke sepuluh sejak meninggalnya, para pelayat masih terus berdatangan, menyatakan empathy, turut berbelasungkawa atas teman seprofesi.

Orang - orang yang berpakaian batik Kusuma bangsa dari pelosok negeri, jauh - jauh datang ke rumah duka untuk turut berkabung.

Inilah ikatan emosional sejati, para guru yang selama ini tak pernah mengenal sosok almarhum Ahmad Budi Cahyanto, tiba - tiba tergerak hatinya untuk bersama sama para pelayat lain.

Ahmad Budi Cahyanto, menjadi simbol kematian hati nurani. Simbol kesalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Sosok guru yang sejatinya harus dihormati, diikuti petuahnya, justru sebaliknya, sang murid begitu kejam menghabisi nyawa Sang Guru.

Adakah yang salah pada sistem pendidikan kita? Entahlah. Yang jelas, Program Sekolah Ramah Anak( SRA ) membuat posisi guru dalam keadaan terjepit. Maju kena mundur kena. Di saat murid melakukan tingkah yang kurang beradab, jauh dari sopan santun, tak lagi memiliki tata Krama, guru tak akan begitu saja memberikan hukuman fisik. Mencubit memukul dengan penggaris panjang, menampar, sudah tak kita temukan lagi. Guru kini harus ekstra hati - hati dalam memilah dan memilih bentuk hukuman yang diberikan.

Selain para guru akan dihadapkan para program SRA, para guru masih akan dihadapkan pada undang-undang HAM dan Perlindungan Anak.

Jika Sang Guru lebih memilih aman, ia hanya akan menegur secara lisan dan membiarkan dalam kenakalannya.???

Siapa yang tidak bersedih jika anak anak didik kita yang diharapkan menjadi generasi emas di tahun 2030, tapi begitu lekat dengan bentuk kenakalan.
Jika kenakalan anak menjadi fenomena, maka Guru akan kembali menjadi tertuduh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pilkada Berkah Demokrasi Bermakna Dimasmul Prajekan" Setiap datang hajat lima tahunan, selalu saja bersua dengan warna warta dan ragam ...