Rabu, 28 Februari 2018

KEPGRIAN



PGRI, ORGANISASI PROFESI, DAN PROXY WAR
Oleh.Dimasmul Prajekan*

Tenangkan pikiran, endapkan emosi kita menghadapi situasi yang tidak mengenakkan. Dengan berpikir tenang, kita akan menemukan formula terbaik menghadapi keadaan. Diakui atau tidak kita memasuki suasana liar dan liberal. Orang bisa saja mendirikan apa saja asal ia suka. Terlepas dibaliknya ada sponsor atau tidak itu lain soal. Orang - orang secara pribadi ataupun secara berkelompok ingin mencari panggung untuk mengejawantahkan pikiran - pikirannya. Disadari atau tidak, orang orang suka berpecah belah. Tak lagi berpikir sejarah, yang sebemarnya ikut membesarkan diri atau profesinya. Bisa jadi kegandrungan berpecah belah karena merasa tak lagi sehati, bisa jadi ada tangan - tangan tak tampak(invisible hand) yang menggerakkannya untuk menggempur sebuah keutuhan. Semangat berjuang yang sejatinya lebih efisien jika bersatu,ternyata harus menguras energi yang lebih banyak. Sebenarnya mereka sadar dengan kekuatan yang terbatas akan sulit menghasilkan 'goal' ketimbang sebuah perjuangan dilakukan secara utuh. Suasana disintegrasi ini, sangat disesalkan bila terjadi pada organisasi profesi guru.
Suasana kian mengeras. Saya sempat merenung, apa yang memotivasi mereka untuk berpencar. Ego kelompok ? Entahlah. Inikah era proxy war yang sudah benar - benar terjadi? Sadar atau tidak kita harus tetap waspada virus proxy war menyelinap ke dunia guru dan pendidikan. Oleh sebab itu, PGRI tak boleh terlalu polos. Disinilah dibutuhkan model permainan yang cantik. Tentu sejarah yang akan membuktikan, apakah PGRI masih mampu berkontribusi,memberi nafas dunia pendidikan, memberikan ruh pada profesionalisme dan perjuangan para guru.
Berbicara tentang profesionalisme organisasi profesi, apa yang sudah diberikan PGRI? Tentu tak perlu dijawab. Tapi kita tak perlu membenturkan diri dengan wadah peningkatan profesionalisme guru seperti KKG,MGMP,KKKS,MKKKS,dan KKPS. Sebab wadah itulah yang secara resmi mendapat mandat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Oleh sebab itu tak berlebihan bila wadah itulah yang dipertajam. Tapi kenyataannya kita kan tidak pernah bertanya, apa sumbangsih wadah peningkatan profesi ? Sebab sebuah kegiatan yang dilakukan oleh KKG misalnya akan mendapatkan payung hukum, ketimbang kegiatan diselenggarakan oleh organisasi profesi. Tanpa harus saling menyalahkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pilkada Berkah Demokrasi Bermakna Dimasmul Prajekan" Setiap datang hajat lima tahunan, selalu saja bersua dengan warna warta dan ragam ...