SINERGI KEHIDUPAN
Oleh.Dimasmul Prajekan
Oleh.Dimasmul Prajekan
Mentari pagi mulai bangkit dari
peraduannya. Embun pagi yang hinggap di daun dan reranting perlahan mulai
berubah wujud. Angin semilir, menafasi jutaan anak manusia. Sementara sang
insan, mengalirkan karbondioksida yang dinanti - nantikan sang pohon. Di saat
sang pohon mulai berbunga, sebersit kegembiraan mulai menghiasi para
penanamnya. Disaat buah sudah mulai siap dipanen, ungkapan puji syukur tak
henti - hentinya diekpresikan sang pemilik. Mulai uangkapan verbal hingga
mengundang tetangga untuk sekadar makan bersama. Itulah harmoni.Keseimbangan
dalam sistem kehidupan yang saling membutuhkan. Tak ada yang merasa
kehadirannya di bumi ini lebih hebat dari yang lain. Matahari, angin,
tumbuhan,manusia adalah kemahabesaran Sang Pencipta, Allah Rabbul Alamin.
Designer agung yang telah mempersembahkanmaha karya semesta alam.
Designer agung yang telah mempersembahkanmaha karya semesta alam.
Betapa galaunya anak manusia disaat angin
tak menjalankan tugasnya secara normal. Kecepatan bertiup angin yang melebihi
rata - rata, telah menghadirkan ketidaknyamanan.Korban mulai terlihat dengan
kasat mata. Manusia menyebutnya, angin puting beliung atau topan tornado, atau
angin gending. Entahlah. Itulah jika telah muncul disharmoni. Kehidupan menjadi
takseimbang.
Satu sisi kehidupan kita tak seimbang,
telah melahirkan bencana- bencana. Bayangkan jika semua bilik - bilik kehidupan
ini sudah tak menemukan ritme yang sebenarnya. Padahal selama ini ritme hidup
begitu indah dan teratur. Orbit bumi yang senantiasa stagnant tak terlalu
lambat, dan tak terlampau cepat. Bahkan karena stagnansi yang luar biasa, kita
tak pernah merasakan ada perputaran bumi. Pernahkah kita berpikir bagaimana
jika bumi yang kita huni bergerak terlampau cepat? Atau sebaliknya. pergerakan
begitu lambat,bahkan tak ada pergerakan sama sekali? Subhanallah, jika tak ada
pergerakan tentu akan mengalami siang terus menerus,panas terus menerus atau
malam tak berkesudahan. Sungguh tersiksa. Tapi,kehidupan menjadi fresh dan
dinamis karena ada pergerakan, ada sirkulasi,ada dinamika.
Sebuah sistem hidup dan kehidupan yang
maha dashyat. Fabi ai ala i rabbikuma tukaddziban?( maka nikmat Tuhanmu yang
manakah yang kamu dustakan?
Itulah take and give.Oleh sebab itu mengapa di dalam Islam ada konsep zakat,infak, shodaqoh,dan hadiah. Semua itu dalam rangka membangun keseimbangan, menyuburkan keadilan. Agar kekayaan tak hanya beredar pada radius kecil para pemiliknya, ia diwajibkan untuk menginfakkan sebagian harta yang dimilikinya. Selain itu, jika kekayaan dikelola dengan dalam rangka 'empowering' yang cantik, ia akan melahirkan dampak ekonomi yang luar biasa.Dengan kekayaannya ia membangun sebuah usaha dan ragam ikhtiar dalam rangka merekrut tenaga - tenaga potensial tapi tidak mampu secara finansial.Itulah sinergi dan energi. Sungguh naif jika memiliki pundi -pundi hanya ditaruh dibawa bantal, tak memaksimalkan manfaat.Tak ada energi.Lain jika diputar untuk kegiatan pemberdayaan, akan melahirkan sebuah kedashyatan baru. Itulah sinergi dan energi.
Itulah take and give.Oleh sebab itu mengapa di dalam Islam ada konsep zakat,infak, shodaqoh,dan hadiah. Semua itu dalam rangka membangun keseimbangan, menyuburkan keadilan. Agar kekayaan tak hanya beredar pada radius kecil para pemiliknya, ia diwajibkan untuk menginfakkan sebagian harta yang dimilikinya. Selain itu, jika kekayaan dikelola dengan dalam rangka 'empowering' yang cantik, ia akan melahirkan dampak ekonomi yang luar biasa.Dengan kekayaannya ia membangun sebuah usaha dan ragam ikhtiar dalam rangka merekrut tenaga - tenaga potensial tapi tidak mampu secara finansial.Itulah sinergi dan energi. Sungguh naif jika memiliki pundi -pundi hanya ditaruh dibawa bantal, tak memaksimalkan manfaat.Tak ada energi.Lain jika diputar untuk kegiatan pemberdayaan, akan melahirkan sebuah kedashyatan baru. Itulah sinergi dan energi.
Jika nilai - nilai 'surplus' dalam mata
rantai kehidupan kita optimalkan, budaya take and give kita terus kampanyekan,
yakinlah tak akan ada kemacetan budaya. Jika yang kaya memberdayakan yang
kurang mampu, yang berilmu dengan ikhlas beranjak untuk terpanggil mengentaskan
orang lain dari kebodohannya, para pemimpin menggairahkan rakyat dengan produk
- produk real karya, para aktifis begitu aktif untuk mendampingi para
mustadzafin (kelompok yang dilemahkan), tentu denyut nadi kehidupan di sekitar
kita akan semakin berdenyut.
Hem, betapa tidak, kita sebagai aktifis,
organizer, harus merelakan sebagian waktu kita untuk mengurus organisasi. Jika
tidak akan muncul kerunyaman -kerunyaman baru di internal organisasi, sebagian
mulai tersulut api ketidaktulusan, bekerja sudah berorientasi profit, militansi
mulai kendor, kompetisi mulai tak sehat lagi, muncul gejala ingin menghabisi,
maka dalam rentang tak lama lagi, maka organisasi akan segera mati suri.
Disinilah urgenai para mukhlisin, para pengayom harus mampu menaungi dan
mensinergikan segenap kekuatan menjadi sebuah'ledakan karya' yang menghebohkan.
Mari kita bercermin pada alam yang telah menyajikan ayat - ayat kauniyah,
sebagai referensi kepemimpinan kita. Semua itu bukti kemahabesaran Allah SWT.
Semoga.
Edisi Tazkiyatun Nafs
Tidak ada komentar:
Posting Komentar