Rabu, 28 Februari 2018

SINERGI KEHIDUPAN



SINERGI KEHIDUPAN
Oleh.Dimasmul Prajekan
Mentari pagi mulai bangkit dari peraduannya. Embun pagi yang hinggap di daun dan reranting perlahan mulai berubah wujud. Angin semilir, menafasi jutaan anak manusia. Sementara sang insan, mengalirkan karbondioksida yang dinanti - nantikan sang pohon. Di saat sang pohon mulai berbunga, sebersit kegembiraan mulai menghiasi para penanamnya. Disaat buah sudah mulai siap dipanen, ungkapan puji syukur tak henti - hentinya diekpresikan sang pemilik. Mulai uangkapan verbal hingga mengundang tetangga untuk sekadar makan bersama. Itulah harmoni.Keseimbangan dalam sistem kehidupan yang saling membutuhkan. Tak ada yang merasa kehadirannya di bumi ini lebih hebat dari yang lain. Matahari, angin, tumbuhan,manusia adalah kemahabesaran Sang Pencipta, Allah Rabbul Alamin.
Designer agung yang telah mempersembahkanmaha karya semesta alam.
Betapa galaunya anak manusia disaat angin tak menjalankan tugasnya secara normal. Kecepatan bertiup angin yang melebihi rata - rata, telah menghadirkan ketidaknyamanan.Korban mulai terlihat dengan kasat mata. Manusia menyebutnya, angin puting beliung atau topan tornado, atau angin gending. Entahlah. Itulah jika telah muncul disharmoni. Kehidupan menjadi takseimbang.
Satu sisi kehidupan kita tak seimbang, telah melahirkan bencana- bencana. Bayangkan jika semua bilik - bilik kehidupan ini sudah tak menemukan ritme yang sebenarnya. Padahal selama ini ritme hidup begitu indah dan teratur. Orbit bumi yang senantiasa stagnant tak terlalu lambat, dan tak terlampau cepat. Bahkan karena stagnansi yang luar biasa, kita tak pernah merasakan ada perputaran bumi. Pernahkah kita berpikir bagaimana jika bumi yang kita huni bergerak terlampau cepat? Atau sebaliknya. pergerakan begitu lambat,bahkan tak ada pergerakan sama sekali? Subhanallah, jika tak ada pergerakan tentu akan mengalami siang terus menerus,panas terus menerus atau malam tak berkesudahan. Sungguh tersiksa. Tapi,kehidupan menjadi fresh dan dinamis karena ada pergerakan, ada sirkulasi,ada dinamika.
Sebuah sistem hidup dan kehidupan yang maha dashyat. Fabi ai ala i rabbikuma tukaddziban?( maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Itulah take and give.Oleh sebab itu mengapa di dalam Islam ada konsep zakat,infak, shodaqoh,dan hadiah. Semua itu dalam rangka membangun keseimbangan, menyuburkan keadilan. Agar kekayaan tak hanya beredar pada radius kecil para pemiliknya, ia diwajibkan untuk menginfakkan sebagian harta yang dimilikinya. Selain itu, jika kekayaan dikelola dengan dalam rangka 'empowering' yang cantik, ia akan melahirkan dampak ekonomi yang luar biasa.Dengan kekayaannya ia membangun sebuah usaha dan ragam ikhtiar dalam rangka merekrut tenaga - tenaga potensial tapi tidak mampu secara finansial.Itulah sinergi dan energi. Sungguh naif jika memiliki pundi -pundi hanya ditaruh dibawa bantal, tak memaksimalkan manfaat.Tak ada energi.Lain jika diputar untuk kegiatan pemberdayaan, akan melahirkan sebuah kedashyatan baru. Itulah sinergi dan energi.
Jika nilai - nilai 'surplus' dalam mata rantai kehidupan kita optimalkan, budaya take and give kita terus kampanyekan, yakinlah tak akan ada kemacetan budaya. Jika yang kaya memberdayakan yang kurang mampu, yang berilmu dengan ikhlas beranjak untuk terpanggil mengentaskan orang lain dari kebodohannya, para pemimpin menggairahkan rakyat dengan produk - produk real karya, para aktifis begitu aktif untuk mendampingi para mustadzafin (kelompok yang dilemahkan), tentu denyut nadi kehidupan di sekitar kita akan semakin berdenyut.
Hem, betapa tidak, kita sebagai aktifis, organizer, harus merelakan sebagian waktu kita untuk mengurus organisasi. Jika tidak akan muncul kerunyaman -kerunyaman baru di internal organisasi, sebagian mulai tersulut api ketidaktulusan, bekerja sudah berorientasi profit, militansi mulai kendor, kompetisi mulai tak sehat lagi, muncul gejala ingin menghabisi, maka dalam rentang tak lama lagi, maka organisasi akan segera mati suri. Disinilah urgenai para mukhlisin, para pengayom harus mampu menaungi dan mensinergikan segenap kekuatan menjadi sebuah'ledakan karya' yang menghebohkan. Mari kita bercermin pada alam yang telah menyajikan ayat - ayat kauniyah, sebagai referensi kepemimpinan kita. Semua itu bukti kemahabesaran Allah SWT. Semoga.
Edisi Tazkiyatun Nafs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pilkada Berkah Demokrasi Bermakna Dimasmul Prajekan" Setiap datang hajat lima tahunan, selalu saja bersua dengan warna warta dan ragam ...