MOMENTUM PERUBAHAN
oleh.Dimasmul Prajekan
Seringkali kita butuh waktu khusus untuk melakukan perubahan.
Disaat manusia terjerembab ke dalam lorong - lorong hidup ' rutin' nan panjang,
seringkali melahirkan rasa bosan. Hidup seakan datar - datar saja, monoton,dan
tak melahirkan motivasi, sebab tak ada tantangan. Dalam sejarah, lahirnya jiwa
kepahlawanan, dan munculnya sosok 'pahlawan, terlahir dan puncak tantangan.
Kooptasi dan jala jala impelalisme yang disebarkan penjajah, menggelorakan 'dendam positif' dari mayoritas tertindas.
Muncullah perlawanan dan reaksi dalam beragam bentuknya. Betapa Soekarno dan
Hatta karena seringkali tertekan dan hidup dalam pengasingan, yang kian
memotivasi untuk sesegera mungkin ingin merdeka. Sebab suasana tertindas itulah
yang menghadapkan pada jutaan anak bangsa pada opsi 'merdeka atau mati'. Jutaan
anak bangsa, sepakat untuk berubah. Dari suasana eksploitasi kedalam jati diri
bangsa yang sesungguhnya, sebuah bangsa yang merdeka. Itulah kreteria orang -
orang yang beruntung. Kata Rasulullah, barangsiapa yang hari ini lebih baik
dari hari kemarin, ia beruntung. Dan barangsiapa hari ini sama dengan hari
kemarin ia merugi. Dan barangsiapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin, ia
terlaknat.
Hidup adalah pertarungan antara kebaikan dan ketidakbaikan. Pertarungan antara semangat dan kemalasan. Pertarungan antara stagnansi melawan perubahan.
Seringkali kita mau berubah ketika ada momentum untuk berubah. Seorang karyawan, tiba - tiba memiliki semangat kerja, karya, dan kinerja yang membumbung. Padahal ia lakoni keseharian dan rutinitas kerjanya datar - datar saja. Akan tetapi setelah ada mutasi pimpinan, ia mendapatkan seorang Manajer baru yang progresif, ia tiba - tiba berubah. Tak hanya ia sendiri, kawan - kawan sekantor juga berubah drastis. Kebiasaan datang terlambat terkubur habis, diganti semangat hadir lebih pagi sebelum bel masuk dibunyikan terus mentradisi. Mereka mengambil memontum pergantian pimpinan untuk melakukan perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik.
Hidup adalah pertarungan antara kebaikan dan ketidakbaikan. Pertarungan antara semangat dan kemalasan. Pertarungan antara stagnansi melawan perubahan.
Seringkali kita mau berubah ketika ada momentum untuk berubah. Seorang karyawan, tiba - tiba memiliki semangat kerja, karya, dan kinerja yang membumbung. Padahal ia lakoni keseharian dan rutinitas kerjanya datar - datar saja. Akan tetapi setelah ada mutasi pimpinan, ia mendapatkan seorang Manajer baru yang progresif, ia tiba - tiba berubah. Tak hanya ia sendiri, kawan - kawan sekantor juga berubah drastis. Kebiasaan datang terlambat terkubur habis, diganti semangat hadir lebih pagi sebelum bel masuk dibunyikan terus mentradisi. Mereka mengambil memontum pergantian pimpinan untuk melakukan perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik.
Tahun telah berganti. Regulasi baru sudah siap menanti. Yang
pasti kita tak lagi cepat berpuas diri dengan rutinitas kerja yang sudah sudah.
Kita perlu membakar spirit. berkarya yang lebih melangit. Sembari membumbungkan
cita - cita unggul, dan membumikan program -program yg terukur dalam karya
nyata. 1 Januari 2017 adalah momentum yang sangat strategis untuk melakukan
perubahan yang lebih baik. Buktikan bahwa kita mampu berubah. Semoga!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar