Rabu, 28 Februari 2018
BELAJAR MENCINTAI GURU
BELAJAR MENCINTAI GURU
Oleh. Dimasmul Prajekan
Guru profesi mulia. Sebab ditangan gurulah mengalir kader - kader bangsa, dan figur - figur terdepan negeri ini. Dari pedagang asongan hingga sang presiden terbangun dari tangan tangan guru. Guru tak cuma mengantarkan hingga tamat dan menenteng ijazah, tapi ditangannyalah terbentuk karakter dan pribadi yang luhur.
Tapi, kadang ukiran indah ini lewata begitu saja. Tranformasi keilmuan dan character building yang perlahan dibangun guru, tak pernah kita catat dalam diary kita. Perjuangannya mengantarkan anak manusia agar menjadi manusia seutuhnya tak peenah mendapat apresiasi dari orang orang yang pernah dibesarkannya.
Melalui momentum Hari Guru tahun 2016, tahun ini, kita mencoba belajar mencintai guru, mengapresiasi Guru kita. Ayo coba ingat -ingat, adakah guru kita yang dulu mengajar membaca menulis permulaan di bangku Sekolah Dasar? Luangkan waktu sejenak untuk bertanya, masih adakah guru guru SD kita? Guru SMP?Guru SPG?
Nah kalau masih ada, tulislah nama guru kita pada sehelai kertas. Bangkitkan memori kita tentang kebaikan kebaikannya, kesabarannya, kecerdasannya. Dan ternyata guru guru kita memang luar biasa.
Nah, di Hari Guru nanti, niatkan untuk memberi hadiah kepada 'Sang Guru Pujaan'. Kalau rumahnya berjauhan, kirimi beliau kenang kenangan,hadiah, sebagai bentuk komunikasi yang baik dari muridnya. Alangkah indahnya, jika kita sempatkan menulis surat kepada Sang Guru, sebagai ungkapan terima kasih dari muridnya yang nakal.Heee.....
Menulislah dengan bahasa kita sendiri. Bukan bahasa orang lain.
Jika berdekatan dengan rumah Anda, alangkah baiknya kita bersilaturrahmi secara langsung dengan membawa 'hadiah' untuknya. Jika maksud Anda disampaikan kepada Sang Guru, saya yakin akan terbangun suasana yang penuh keharuan. Bisa jadi 'Sang Guru' akan menepuk bahu Anda, sembari mengingat kenakalan -kenakalan Anda.
Suasana yang sangat menyentuh itu, tak tertutup kemungkinan Sang Guru akan banyak bertanya tentang keluarga Anda, anak Anda. Paling tidak Sang Guru akan begitu bangga memiliki murid yang dulu nakal, tapi sekarang sudah berubah menjadi manusia yang mulia. Luar biasa.
Coba lakukan hal ini sebagai bentuk apresiasi dan cinta kita kepada Guru kita. Siapa tahu, jika hal seperti ini kita lakukan, akan menular pada siswa siswa kita saat ini. Siapa tahu yg nakal berubah menjadi manusia bermoral. Semoga.
SELAMAT HARI GURU 2016.
Bondowoso,nov 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pilkada Berkah Demokrasi Bermakna Dimasmul Prajekan" Setiap datang hajat lima tahunan, selalu saja bersua dengan warna warta dan ragam ...
-
MOMENTUM PERUBAHAN Oleh: Dimasmul Prajekan "Kami mau berubah, Pak Menteri", kata Ketua Umum PB PGRI, Dr.Unifah Rasyidi,M.Pd, di ...
-
PGRI DAN PERJUANGAN ANGGARAN oleh.Dimasmul Prajekan Sekretaris Kabupaten PGRI Bondowoso Masih ingatkah kita, ketika kaum guru l...
-
KUALITAS KEMATIAN Oleh.Dimasmul Prajekan Kematian? Sekian juta orang tentu tak menghendakinya. Kalau ada pilihan antara kematian dan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar