MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
oleh.Dimasmul Prajekan*
Adalah
Pengurus Cabang PGRI Botolinggo yang menyelenggarakan Konferensi Cabangnya
dilaksanakan di lokasi PTPN XII Pancur Angkrek Bondowoso. Jarak dari kota
kecamatan ke lokasi acara sejauh 25 km. Sepanjang jalan makadam. Batu batu
jalan yang dijadikan landasan sudah banyak yang rusak karena tergerus air
hujan. Sepanjang jalan tumbuhan hutan seperti mahoni dan sengon menambah seram
suasana. Sampai di lokasi acara, PTPN XII, baru terasa indahnya suasana. Bunga
bunga dan taman yang ditata rapi seakan mengubur rasa lelah selama perjalanan.
Pengurus Kabupaten yang berangkat sehari sebelumnya bersama panitia ingin
menikmati ekstrimnya cuaca dingin di pucuk gunung.Luar biasa. Penginapan yang
sudah disiapkan untuk para tamu, seakan menyudahi rasa lelah berubah gairah.
Tak menyangka kalau itu di pucuk gunung, perkebunan kopi. Perkebunan yang
terkenal dengan produk kopi luwaknya. Heee... promosi gratis nih. Kedatangan
pengurus kabupaten disambut hangat oleh jajaran PTPN XII. Ketika suguhan
segelas kopi luwak hangat ada di atas meja, semakin hangatlah suasana. Lepas
dari potret PTPN XII, saya ingin menyoroti kinerja panitia yang dimotori Panji
Amboro. Sebab lancarnya penyelenggaraan konferensi cabang itu tak lepas dari
sepak terjangnya selama ini. Panji Amboro adalah sekretaris Cabang yang
bertugas di SDN Pancur 1 yang tak jauh dari lokasi PTPN XII. Bayangkan seorang
sekretaris cabang, harus mengurus organisasi turun naik sejauh 25 km. Luar
biasa. Yang perlu diapresiasi adalah kemampuan membangun komunikasi yang baik
dengan Manajer PTPN XII selama selama ini. Dengan kemampuan komunikasi itulah
Sang Manajer membuka diri untuk ditempati Konferensi Cabang PGRI Botolinggo.
Aula dilaksanakannya Koncab dan penginapan diberikan secara gratis untuk
lancarnya acara. Saya sekadar mengambil contoh diatas agar menjadi teladan
dalam keorganisasian kita. Contoh diatas sangat sederhana memang. Tapi
realitanya tak semua orang mampu membangun komunikasi yang baik dengan orang
lain. Betapa dengan komunikasi yang baik, silaturrahmi yang hangat akan mampu
menaklukkan 'hati' orang lain untuk menjadi bagian dari kebutuhan kita. Dengan
komunikasi yang efektif, dengan jalinan persahabatan yang menyentuh, dengan
persaudaraan yang tak pura- pura akan mengundang orang lain dekat dengan kita.
Dengan komunikasi yang baik,sikap yang santun akan mengubah yang mahal menjadi
murah, yang tak mungkin menjadi mungkin. Coba bayangkan jika para kader dan
pengurus PC PGRI Botolinggo tak pernah berkomunikasi dengan Bapak Manajer,
tentu tertutup semua peluang untuk menggunakan semua fasilitas PTPN XII.
Kalaupun bisa, pasti jual mahal. Lain halnya ketika persahabatan sudah dirajut,
persepsi sudah disamakan, semua yang mahal akan disulap dan diobral murah. Itulah
keajaiban komunikasi. Oleh sebab itu, semua kader dan pengurus sudah waktunya
tak boleh mengurung diri dari pergaulan. Kita harus terus memperluas radius
pergaulan kita dengan semua stata dan elemen sosial lainnya.Bahkan jika harus
mengetuk pintu istana, harus kita lakukan. Heeee... kalau yang satu ini tentu
sudah kita lakukan. Saya yakin, dengan komunikasi baik, akan mengubah
segalanya. Yang menolak akan berubah jadi setuju, yang cemberut akan berubah
jadi sumringah.Yang kehilangan kepercayaan semangat,akan kembali bergairah.
Semoga.!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar