REAKTUALISASI
GERAKAN PGRI
by.
dimasmul prajekan
PGRI adalah anak emas pada zamannya. Ia telah
menemukan puncaknya manakala gagasan gagasan cantiknya telah terealisasi dalam
wujud sebenarnya. Ketika gagasan masih mengendap menjadi impian, cita cita
masih berada di kolong langit dan belum membumi, itulah mimpi. PGRI
alhamsulillah,telah mampu melewati ragam rintangan, segerobak tantangan, dan ternyata
akhirnya mampu mengaplikasikan segenap mimpi menjadi kenyataan. Para
aktifis,.yang sudah pernah melewati fase fase awal beridirinya PGRI(generasi x)
tentu akan mengalami kegamangan teknologi,mengingat masa masa itu perangkat
teknologi begitu sederhana. Lain dengan generasi gadget , generasi z,yang sudah
dimanjakan dengan aroma teknologi yang relatif canggih. Pengaruh dari era
tersebut menjadikan setiap orang belajar cepat dan melakukan pembelajaran
cepat.Pola pola baru akan segera mengubur gaya gaya lama karena dianggap tidak
efektif lagi.Woh mengerikan. Ya lihat saja dilapangan,betapa guru guru yang tak
memiliki kemampuan dalam bidang IT, terlihat ogah ogahan kalau diperintah untuk
mengikuti sejumlah pelatihan. Mereka merasakan ketakutan pada hadirnya
perangkat teknologi, IT phobia. Disinilah sejatinya kita perlu ada semangat
baru untuk belajar dan beradaptasi dengan 'tool' baru. Jika tidak hal itu akan
mempercepat kematian kreatifitas dan inovasi diri. Oleh sebab itu jika sebuah
pemikiran demikian up to date pada dasa warsa yg lalu, bisa jadi saat ini
segala pemikiran briliant itu menjadi out of date,dan menjadi spam. Demikian
juga dengan organisasi kita,PGRI harus kita segarkan. Ibarat guru mengajar,
variasi pendekatan,strategi, teknik, harus dimiliki sang guru, jika ia
terperangkap pada satu pendekatan saja, ia akan ditertawakan sang Pengawas yang
sedang melakukan pendampingan dikelasnya. PGRIharus tetap segar, cantik dan
tampil menarik. Ibarat sebuah rumah, mungkin ada perlunya masukan dari penghuni.rumah
itu sendiri(otokritik). Jika harus mengakomudir arsitektur minimalis dilengkapi
dengan CCTV, WIFI, dan remote control seputar rumah, karena tuntutan waktu
menghendakinya demikian. Jika tidak,sebuah rumah akan kehilangan nilai dan ruh
sebagai tempat berlindung dari segala ancaman. Kita menyadari bahwa banjir
perubahan sudah ada didepan mata. Tantangan ,apalagi. Tidak bisa tidak PGRI
harus mengatualkan dalam gelombang dan benturan zaman.
(email.dimasmulprajekan@gmail.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar