UNIFAH RASYIDI,GUS IPUL, DAN HUT
PGRI
oleh.Dimasmul Prajekan*
Jember Sport Garden (JSG), tiba
-tiba berubah menjadi lautan manusia. Sekitar lima puluh ribu anggota PGRI
hadir untuk memeriahkan ulang tahun kelahirannya yang ke 71. HUT PGRI, bukan
sekedar show of force, tapi lebih dari ini bagaimana memanaje sebuah peristiwa
akbar berlangsung rapi, aman, dan mengandung nilai plus. Bagi sebagian anggota
dan kader, ultah seperti itu dijadikan momentum untuk mendengarkan petuah dan
arahan Sang Ketua Umum. Apalagi ultah tahun ini, yang akan memberikan sambutan
adalah Plt Ketua Umum,Ibunda Unifah Rasyidi. Seorang Srikandi pergerakan, yang
telah terbukti mampu mengkomunikasikan aspirasi guru -guru dengan pemerintah.
Style kepemimpinan Ibunda Uni, memang terkesan flamboyan dan lebih teduh. Di
JSG Jember, Bu Inifah kembali memotivasi kader dan anggota PGRI untuk terus
bahu membahu dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di
Indonesia. Beberapa materi yang juga diangkat mulai persoalan rumitnya
pembayaran Tunjangan Profesi Guru, Nasib guru honorer, rasio guru 1:20,
Penyederhanaan regulasi administrasi yang tidak terlalu membebani guru,Undang
Undang Perlindungan Guru, menjadi bahasan yang didengar langsung oleh Gus Ipul,
Wakil Gubernur Jawa Timur. Harapan B Uni kepada pemerintah untuk tidak terlalu
mempersulit guru. Sementara Gus Ipul, saat memberi sambutan, langsung merespon
aspirasi Ibu Unifah yang mewakili suara guru Indonesia. "Kalau bisa
dipermudah kenapa dipersulit", jelas Gus Ipul. Menangkap sambutan
keduanya, sepertinya ada irisan kepentingan. Kepentingan untuk lebih
mempermudah dari semula yang terkesan dipersulit. Tentu, nantinya kemudahan itu
harus berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi seorang guru.Pada saat hak
telah kita terima,dalam waktu yang bersamaan kewajiban harus kita tunaikan. Tak
hanya sekadar demi menggugurkan kewajiban. Lebih dari itu, guru sejatinya harus
meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Dengan tantangan yang tidak sama seperti
sepuluh tahun yang lalu, tentu memerlukan formula baru, ilmu - ilmu baru,
sejalan dengan tuntutan waktu. Hal itulah yang secara tersirat diungkap dan
diangkat oleh B Uni dan Gus Ipul pada pelaksanaan puncak HUT PGRI Ke 71 tadi
pagi. Inilah yang menarik dari keduanya. Keduanya ingin melihat Jawa Timur
lebih baik. Ayo kita mencoba lewat PGRI untuk turut berkontribusi terhadap
jatuh bangunnya pendidikan di Jawa Timur. HIDUP GURU! HIDUP PGRI! SOLIDARITAS,
YES!
(*Sekretaris Kabupaten PGRI
Bondowoso )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar