MEMBANGUN IMUNITAS PGRI
![]() |
| Add caption |
Oleh.Dimasmul Prajekan*
Usia
PGRI sudah 71 tahun. Ibarat manusia, kisaran ini bisa disebut lansia.Bahkan di
usia setua ini kita harus bersyukur telah banyak mendapatkan bonus kehidupan.
Bagi PGRI, usia organisasi setua itu ternyata bukan menurunnya memori dan
melemahnya spirit bertahan hidup. Justru sebaliknya, PGRI makin eksis dan
berkibar. Lihatlah lembaga pendidikan yang dikelola PGRI, sejak tingkat TK,
hingga perguruan tinggi. Secara jujur sebenarnya PGRI bukan sebatas organisasi
profesi, tapi sudah melampauinya, menjadi organisasi kemasyarakatan. Kita
menyadari dengan keterbatasan keterbatasan yang kita miliki. Akan tetapi dengan
sumber daya manusia anggota yang cukup menjadikan nilai plus bagi PGRI untuk
berbuat lebih. Dengan besarnya anggota kita, PGRI tak boleh menjadi 'bubble
party'. Besarnya ibarat balon yang menggelembung, tapi isinya kosong. Sehingga
orang lain melihat kita menjadi orang pinggiran, kekuatan marjinal, bahkan
dengan settingan. penuh intrik akan dimarjinalkan.PGRI dianggap tak layak hidup
pada orbit pendidikan Indonesia. Kekuatan kekuatan tertentu, kementrian, telah
menjadi Malin Kundang yang tak pernah menyadari keberhasilan perjuangan
PGRI.Padahal dunia tahu, naiknya anggaran pendidikan dari 8 % menjadi 20 %
adalah petualangan yang penuh resiko dilakukan PGRI.Orang lain menganggapnya
semua itu menggelinding dari langit. Padahal perjuangan ke MK, tentu
berkeringat. Dan disaat MKmemenangkan gugatan PGRI tentang anggaran pendidikan 20
%, siapakah yang menikmati. Bukan PGRI. Bahkan PGRI menjadi tertuduh, yang
kerjanya hanya bikin demo. Akh. Tentu setuasi yang penuh konspirasi seperti itu
tak akan berhenti sampai disini. Orang orang yang tak seirama dengan mars
heroik PGRI akan menggunakan segala macam cara untuk memadamkan cahaya PGRI.
Inilah tantangan. Tentu pertarungan tak lagi bersifat fisik, tapi bisa bersifat
psikis. Karena tak kasat mata, maka diperlukan imunitas yang lebih. Kita tidak
hanya berharap PGRI mampu bertahan dalam waktu 30 tahun ke depan, tapi kita
bisa melompati abad berikutnya sesuai karakter zaman yang dikehendakinya. Kita
tak boleh menjadi dinosaurus yang punah ditelan waktu karena tak mampu
beradaptasi dengan zaman yang berbeda. Oleh sebab itu diperlukan kekuatan bertahan
yang lebih. Semakin bagus organisasi memiliki daya tahan, semakin berpeluang
untuk bertahan dalam waktu yang lebih lama. Kita berharap para kader dan
pengurus yang menjadi tulang punggung organisasi bisa membuat grand dsign
program yang paling dibutuhkan. Demikian pula keberadaan Perguruan Tinggi
dibawah naungan PGRI harus menjadi lumbung pemikiran dan menjadi laboratorium
penelitian agar anggota memiliki kemampuan yang berlebih. Kita punya UNIPA,
UNIKAMA, dan beberapa perguruan tinggi lainnya yang menjadi asset potensial
untuk melahirkan pemikiran yang bermanfaat. Pada saat yang bersamaan kita harus
terus memacu anggota untuk terus meng upgrade diri sesuai dengan kebutuhan
zaman. Sudah saatnya kita memanjakan anggota dengan menghadiahi beberapa alternatif
kegiatan yang akan meningkatkan profesionalitasnya. Semoga dengan tetap
membangun imunitas organisasi, kita terhindar dari virus virus yang akan
mematikan PGRI.
Semoga
!!! Bond,20 Des 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar