PERANG PEMIKIRAN
Oleh : Dimasmsul Prajekan*
Indonesia adalah surga dunia. Itulah kata kata yg sangat
poluler tentang kelebihannya. Indonesia menjadi transit sekaligus tujuan akhir dari
segenap kebaikan sekaligus sekaligus kejahatannya.Ideologi - ideologi, propaganda,
marketing, telah membanjiri Indonesia. Apakah kita akan mengatakan bahwa
penyelundupan narkoba ke Indonesia itu bersifat individual? Tidak, Masuknya
narkoba, melalui gerakan jejaring internasional yang begitu rapid an
terorganisasi.Lewat narkoba, Indonesia sengaja untuk dihancurkan. Itulah salah
satu contoh.
Pada saat yang bersamaan, pemikiran - pemikiran baru akan membludak
masuk Indonesia. Baik positif ataupun sebaliknya. Saat ini kita telah memasuki
perang a simetris. Perang yang tanpa harus berhadap hadapan antara satu dengan
lainnya. Tak jelas siapa musuhnya, tapi yang jelas menyelinap masuk ke tengah
barisan. Oleh sebab itu proxywar yg marak akhir akhir ini adalah instrumen lain
dari lahirnya perang pemikiran. Disanalah komunitas yang satu akan menguasai
yang lainnya.
Mungkin kita tidak menyadari kasus maraknya kaos bergambar
palu arit beberapa waktu lalu bukan tanpa grand design dibalik ideologi yg
mengamininya. Bila kita tidak antisipatif, disanalah pintu masuk tumbuh
suburnya pemikiran pemikiran baru. Ketika imunitas kita tangguh, sekuat apapun
pemikiran ekstrim akan mudah dihadang oleh pemikiran yg lebih mengIndonesia.
Saya pikir eksistensi Pancasila sebagai filter yg tetap relevan untuk menangkal
hadirnya pemikiran yg tak sesuai dengan NKRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar