Kamis, 07 Juni 2018
GURU,PANCASILA DAN RADIKALISME
Oleh : Dimasmul Prajekan*
Setiap tanggal 1 Juni sudah disepakati sebagai hari Lahir Pancasila.Sebab pada tanggal 1 Juni 1945 ,Bung Karno yang memperkenalkannya saat itu.
Dalam perkembangan selanjutnya Pancasila disepakati sebagai Dasar Negara Republik Indonesia.Dan, Pancasila yang dipakai saat ini tercantum dalam Pembukaan Undang - Undang Dasar 1945.
Pancasila sebagai jalan tengah dari berbagai ideologi yang berkembang di sekitar saat kelahirannya. Paling tidak dari dua kutub nasionalis dan agamis, jalan tengahnya adalah Pancasila.Dalam perkembangan selanjutnya, melahirkan tokoh - tokoh yang nasionalis agamis, dan agamis yang nasionalis.Bung Karno sendiri dibesarkan dalam pemikiran relejius bersentuhan dengan Muhammadiyah, bahkan pernah menjadi pengurus Muhammadiyah untuk Cabang Bengkulu.Dan dalam perkembangannya Bung Karno juga mengembangkan ajaran Marhaenisme, nasionalisme. Jadilah Bung Karno sosok yang nasionalis relijius. Sementara Natsir, yang kental corak Islamnya sebagai tokoh Masyumi yang memperkenalkan Negara Kesatuan Republik Indonesia( NKRI). Jadilah Natsir sebagai sosok relegiius nasionalis.
Berbicara Pancasila, sebenarnya sudah final.Kita harus mengunci mati ,tak boleh ada bisikan - bisikan mengubah bentuk dan dasar negara Pancasila.
Indonesia dengan segala keragamannya, menjadi beruntung memiliki Pancasila yang menjadi titik temu dari berbagai ideologi yang berkembang. Dari sisi budaya, agama, Pancasila menjadi pengikat dari semuanya.
Pancasila sangat pas dengan negara yang multikultural, ragam agama dan berbagai perbedaan kebiasaan hidup.
Dengan keterbukaan pergaulan antar bangsa, tak tertutup kemungkinan, para migran membawa ideologi di negeri asalnya. Liberalisme, komunisme, bahkan radikalisme akan mudah masuk ke dalam negeri. Hal ini disebabkan kemudahan komunikasi dan alat komunikasi yg tersedia, menjadikan isme - isme itu tumbuh dan berkembang di dalam negeri.
Disinilah perlunya imunitas terhadap banjir bandang ideologi mengalir menuju Indonesia. Imunitas itu akan tumbuh jika ajaran - ajaran dan nilai Pancasila terus dikembangkan dan diajarkan. Nilai - nilai seperti gotong royong, toleran terhadap sesama, saling menolong,taat beragama, akan menjadi benteng yang akan mampu menangkis berkembangnya pemikiran baru yang tak sesuai dengan karakter Indonesia. Radikalisme yang marak akhir - akhir ini akibat dari sikap kita yang mulai mengalami degradasi terhadap nilai - nilai luhur Pancasila. Di desa, kegotongroyongan sudah mulai terkikis, mulai tergantikan dengan munculnya event organizer. Semua kerja sudah bisa dihandle oleh satu tangan. Akhirnya banyak peran peran kosong yang sejatinya bisa dimainkan dengan budaya gotong royong.
Munculnya paham radikalisme disebabkan karena ada celah dan kurang awasnya kita terhadap ideologi liar yang masuk ke tengah tengah kehidupan bangsa Indonesia.
Tentu radikalisme harus terus dilawan sebab tak berakar pada kehidupan dan jati diri bangsa Indonesia. Maka menghidupkan nilai - nilai luhur Pancasila tidak bisa tidak sebagai solusi terbaik yang harus kita tempuh.
Dalam kaitan itu, keberadaan seorang guru memiliki posisi strategis untuk turut menangkal masuknya radikalisme. Guru sebagai garda depan pembentukan karakter generasi muda, dapat memaksimalkan diri untuk berperan aktif dan ambil bagian dalam bela negara. Tentu sangat menyedihkan jika seorang guru yang menjadi penyangga nilai - nilai Pancasila , malah guru yang mereduksi dengan memasukkan nilai - nilai yang menanamkan bibit - bibit radikalisme. Inilah tugas berat Badan Pembina Ideologi Pancasila untuk menyelamatkan NKRI dari virus - virus radikalisme.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pilkada Berkah Demokrasi Bermakna Dimasmul Prajekan" Setiap datang hajat lima tahunan, selalu saja bersua dengan warna warta dan ragam ...
-
MOMENTUM PERUBAHAN Oleh: Dimasmul Prajekan "Kami mau berubah, Pak Menteri", kata Ketua Umum PB PGRI, Dr.Unifah Rasyidi,M.Pd, di ...
-
PGRI DAN PERJUANGAN ANGGARAN oleh.Dimasmul Prajekan Sekretaris Kabupaten PGRI Bondowoso Masih ingatkah kita, ketika kaum guru l...
-
KUALITAS KEMATIAN Oleh.Dimasmul Prajekan Kematian? Sekian juta orang tentu tak menghendakinya. Kalau ada pilihan antara kematian dan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar